HARIANCILACAP– Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Khoirunnas, S.H., M.H., memberikan motivasi kepada sivitas akademika Universitas Komputama (UNIKMA) dalam workshop “Implementasi Nilai Keagamaan dalam Membentuk Perilaku Mahasiswa” di kampus UNIKMA, Cilacap, Minggu sore (12/4/2026).
Hadir sebagai keynote speaker, Khoirunnas menekankan bahwa kemajuan perguruan tinggi bergantung pada pengelola internal, bukan pihak luar. Ia mengajak seluruh jajaran kampus mensyukuri nikmat akal dengan terus berinovasi.
“Kampus yang bagus itu tergantung orang yang ada di dalamnya. Tidak mungkin UNIKMA maju kalau bergantung kampus lain,” tegas Khoirunnas di hadapan peserta workshop yang terdiri dari dewan penyelenggara, rektorat, dekanat, ketua prodi, lembaga penjamin mutu, hingga organisasi mahasiswa.
Tekankan Integritas dan Niat Ibadah
Khoirunnas mengingatkan agar sivitas akademika tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Bekerja keras dan cerdas, kata dia, harus dibarengi keikhlasan agar bernilai ibadah.
“Sudahkah kita niatkan datang ke kampus untuk bekerja lillahi ta’ala? Kalau diniatkan ibadah, langkah kita dari rumah ke kampus jadi tasbih menuju surga,” ujarnya.
Ia juga berbagi prinsip integritas yang dipegang teguh: menolak segala yang bukan haknya. “Saya tidak mau makan, minum kalau bukan hak saya. Di kantor yang saya terima hanya gaji dan tunjangan,” ungkapnya. Menurut dia, kejujuran adalah aset terbesar abdi negara dan pendidik.
Di akhir paparan, Khoirunnas membagikan kunci suksesnya: disiplin spiritual melalui tahajud, salat dhuha, puasa sunah, dan sedekah harian sebagai bakti kepada orang tua.
Visi Prof Aziz: Kembangkan, Bukan Sekadar Bekerja
Ketua Dewan Penyelenggara UNIKMA, Prof. DR. KH. Fathul Aminudin Aziz, MM., turut menyampaikan pesan visioner. Ia bersyukur UNIKMA kini menjadi universitas pertama dan satu-satunya di Cilacap Barat.
“Kita punya visi membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat yang tadinya tidak pantas baik karena materi atau pemikirannya menjadi sarjana, oleh kita dipantaskan,” tegas Prof. Aziz.
Ia meminta pergeseran paradigma: bukan bekerja di UNIKMA, tapi mengembangkan UNIKMA. “Coba niat itu dibangun agar kita bisa mengembangkan,” pesannya.
Workshop ini diharapkan mereformasi etos kerja sivitas akademika dan mendorong UNIKMA menjadi kampus maju, unggul, dan bereputasi internasional. (red)




