![]() |
Ustadz Wahyudi, praktisi Nahwu asal Kebumen, memandu Pelatihan Metode Al-Fuadi di PPM El Fira 1 Hybrid, Cimanggu, (8/5/2026) Foto : Dok. PPM El-Fira. |
HARIANCILACAP – Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) El Fira 1 Hybrid Purwokerto menggelar Pelatihan Metode Al-Fuadi pada 8–10 Mei 2026. Pelatihan ini digagas untuk merevolusi cara belajar nahwu dan bahasa Arab agar lebih praktis dan aplikatif bagi santri.
Pimpinan PPM El-Fira yang juga Guru Besar UIN Saizu Purwokerto, Prof. DR. KH. Fathul Aminudin Aziz, menyebut metode ini menjawab keluhan santri yang terbebani kurikulum nahwu yang terlalu teoritis dan lama.
"Pelatihan ini penting agar santri, terutama penghafal Al-Qur'an, tidak habis waktu hanya untuk hafal kaidah. Pemahaman Al-Qur'an harus lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik dalam memahami struktur bahasa Arab dan maknanya," ujar Prof. Aziz.
Pelatihan menghadirkan Ustadz Wahyudi, praktisi nahwu asal Kebumen, sebagai pemateri utama. Metode Al-Fuadi menawarkan pendekatan sistematis dengan fokus pada analisis i‘rab langsung dari teks Al-Qur’an, bukan sekadar hafalan kaidah.
Lima pilar utama yang diajarkan meliputi reformulasi pembelajaran berbasis teks, konsep bertahap Al-Fuadi, analisis struktur ayat, pendalaman pengaruh i‘rab terhadap makna, dan latihan critical thinking.
Kegiatan ini diikuti lintas lembaga: PP El-Bayan, PP El-Bayan 2, PP El-Muslim, PP El-Ansor, PP KH. Najmiddin, PP Jannati, PP Bener, guru MA dan MTs El-Bayan, serta civitas akademika Universitas Komputama (UNIKMA).
Melalui pelatihan tiga hari ini, santri diharapkan mampu membaca teks Arab gundul dan memahami Al-Qur’an dengan akurasi lebih tinggi tanpa harus bertahun-tahun belajar kaidah dasar. Kegiatan ditutup dengan praktik dan diskusi interaktif. (red)



