![]() |
| Kapolsek Karangpucung IPTU Wasro didampingi Camat dan Danramil saat melakukan pengecekan peralatan pemadam api. Kamis (6/8/2026) Foto : Polsek Karangpucung |
HARIANCILACAP – Menjelang puncak musim kemarau 2026, Forkopimcam Karangpucung menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Rakor sekaligus dirangkaikan dengan pembentukan Posko Tanggap Bencana tingkat Kecamatan Karangpucung.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Karangpucung, Kamis (6/8/2026) pukul 13.00 - 16.00 WIB dan dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur Forkopimcam, BPBD, Perhutani, kepala desa, serta Bhabinkamtibmas.
Camat Karangpucung Syihabur Ridhlo Eka Suryawan mengatakan rakor ini penting karena Karangpucung merupakan salah satu wilayah dengan potensi Karhutla tinggi di Kabupaten Cilacap.
"Kegiatan ini kita laksanakan untuk menyikapi kondisi cuaca saat ini. Mudah-mudahan Karangpucung diberi keselamatan dan terhindar dari bencana Karhutla," ujarnya.
Kapolsek Karangpucung IPTU Wasro menambahkan, pembentukan Satgas Karhutla merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Cilacap. Berdasarkan peta kerawanan, Karangpucung masuk kategori 5 tertinggi rawan Karhutla di Cilacap.
"Kami berharap masyarakat, LMDH, dan tokoh masyarakat tidak membakar lahan apalagi hutan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kepada Perhutani juga kami minta mengimbau agar pembukaan lahan tidak menggunakan api," kata IPTU Wasro.
Senada, Danramil 015 Karangpucung Kapten CPM Agus Santoso menegaskan pencegahan Karhutla adalah perintah langsung Presiden RI. Ia mengajak seluruh petani berhati-hati agar tidak melakukan pembakaran sekecil apapun.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Dalam sesi inti, Plt. Kepala UPT BPBD Majenang Agus Sudrajat menyampaikan berdasarkan pantauan BMKG, puncak kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus.
"Antisipasi juga untuk warga yang merokok di area hutan. Puntung rokok yang masih menyala bisa memicu kebakaran. Selain itu kami juga mewaspadai faktor ODGJ," jelasnya.
BPBD Majenang telah menyiapkan sarana seperti mobil tangki air, perahu, helm, masker, alat semprot, dan cangkul.
![]() |
| Pemasangan Rambu Peringatan pencegahan kebakaran lahan dan hutan dilahan Perhutani BKPH Lumbir KPH Banyumas Barat.Kamis (6/8/2026) Foto : Polsek Karangpucung |
Sementara Asper BKPH Lumbir Rinto menyebut pihaknya telah memasang banner imbauan di titik rawan dan meminta masyarakat penggarap menahan aktivitas di hutan selama musim kemarau.
"Karhutla merugikan kita semua. Mari kita mitigasi bersama dan saling bertukar informasi," katanya.
Dari diskusi muncul beberapa masukan, di antaranya pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tiap desa, penambahan sarana prasarana seperti selang, dan pembuatan grup komunikasi cepat antar instansi.
Rekomendasi Rakor
Rakor menghasilkan 3 rekomendasi utama:
1. Meningkatkan koordinasi berkala antara Forkopimcam, Perhutani, Pemdes, Kelompok Tani Hutan, dan Tim Pam Swakarsa.
2. Mengoptimalkan patroli terpadu dan pemantauan di kawasan rawan Karhutla.
3. Melaksanakan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang larangan membakar lahan dan tata cara pelaporan titik api.
Usai rakor, peserta juga melakukan pengecekan sarana prasarana Posko Satgas Karhutla di Polsek Karangpucung dan pemasangan banner imbauan di wilayah Perhutani.
Dengan terbentuknya Posko Tanggap Bencana dan Satgas Karhutla, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kecamatan Karangpucung dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Sumber : Humas Polsek Karangpucung
Editor : Taslim Indra




