![]() |
| Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu dan berdialog dengan nelayan di TPI Tegalkatilayu, Kabupaten Cilacap, Senin (26/10/2026). |
HARIANCILACAP-Nelayan Cilacap menyampaikan persoalan krusial kepada Wapres Gibran saat dialog di TPI Tegalkatilayu, Senin (26/10/2026).
Nelayan meminta pengerukan Sungai Kaliyasa yang belum dikeruk sejak 1995, pembangunan talud untuk cegah longsor, serta penambahan kuota solar subsidi.
"Pendangkalan, minta dikeruk, karena dari tahun 1995 itu nggak pernah ada pengerukan. Kasihan nelayan mau berangkat ke laut karena dangkal," kata Temu, perwakilan nelayan.
Ketua HNSI Cilacap Sarjono menambahkan, saat ini ada tiga SPBU nelayan namun kuotanya kurang.
Gibran berjanji menindaklanjuti. "Kita harapkan ke depan bisa langsung dilakukan pengerukan, biar kapal bisa segera bersandar dengan baik. Kita hadir untuk menyelesaikan permasalahan nelayan," tegas Gibran.
Pemerintah juga akan meninjau perizinan kapal dan pembangunan Pelabuhan Samudera yang dinantikan sejak 2015.
Wapres Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong UMKM Cilacap naik kelas saat kunjungan kerja di Cilacap.
Gibran mengapresiasi kreativitas UMKM binaan Pertamina yang mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya KWT Subur Lestari dengan produk unggulan Nata de Vera, minuman dan puding lidah buaya.
"Untuk lidah buaya kita mendapat binaan dari Pertamina dengan pelatihan, jadi menjadi produk unggulan dengan olahan minuman dan puding," ujar Novi, pelaku UMKM.
Tak hanya lidah buaya, budidaya kepiting lunak di Kutawaru juga menarik perhatian. Nunung, pelaku usaha, menjelaskan inovasinya memanfaatkan galon bekas sebagai wadah budidaya untuk menambah stok.
"Jangkauan pengunjung dari Bandung, Semarang, Tasikmalaya hingga Pangandaran," jelasnya.
![]() |
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdialog dengan pelaku UMKM mitra binaan Kilang Cilacap di Gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (26/10/2026). |
Gibran meminta Pertamina memberikan pendampingan pembuatan business plan agar UMKM bisa mengakses Bantuan Masyarakat (Banmas) dan membuka lapangan kerja.
"Yang saya senang, selain nilai tambah ekonominya, UMKM memiliki keunggulan dari segi kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar terutama perempuan," pungkas Gibran. (red-01)






