HARIANCILACAP– Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap mengevakuasi jenazah nahkoda Kapal Mina Karunia Abadi, Sarno (57), warga Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Korban meninggal dunia akibat sakit batu empedu saat kapal berada di Perairan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Informasi diterima Basarnas Cilacap pukul 05.40 WIB dari TPKL Rebo Sanjaya. Satu tim rescue kemudian diberangkatkan ke Dermaga Pelabuhan Sleko untuk operasi medical evacuation.
Pukul 06.12 WIB, Tim SAR Gabungan tiba di titik pertemuan Perairan Karangbolong. Jenazah dipindahkan dari kapal ke Rigid Inflatable Boat 06 milik Basarnas, lalu dibawa ke Dermaga PPSC Cilacap.
Jenazah tiba pukul 06.28 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut.
![]() |
| Jenazah nahkoda Kapal Mina Karunia Abadi, Sarno (57), warga Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, tiba usai divakuasi diPerairan Pacitan, Jawa Timur. Sabtu (13/6/2026) pagi. Foto : Basarnas Cilacap |
Proses evakuasi melibatkan Kantor SAR Cilacap, Lanal Cilacap, Polairud Cilacap, TPKL, SAR Arnavat, keluarga korban, dan warga. Operasi dinyatakan selesai pukul 07.00 WIB. Kondisi cuaca saat evakuasi terpantau cerah dan mendukung.
“Evakuasi berjalan aman dan lancar. Setelah jenazah diserahkan ke RSUD Cilacap, operasi SAR ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing,” ujar Bima Kalih Kahar dari Kantor SAR Cilacap.
Penulis : Taslim Indra


